Tarawih – Tadarus – Sahur Anak Jalanan – Bedug

Karya . Dikliping tanggal 5 Juli 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra

Tarawih

Ramadhan telah tiba
Bulan penuh berkah kembali menggema
Dalam sayup-sayup azan Isya
Melaksanakan shalat,tarawih namanya
Lantunan do’a mengiringinya
Akankah kita masih ada ditahun berikutnya ?
Pulau Weh,Ramadhan 1436 H

Tadarus

Jangkrik malam mulai berbunyi
Pertanda malam telah merangkak dini hari
Di surau dan balai banyak pemuda-pemudi
Melantunkan ayat-ayat suci kalam ilahi
Terasa meriah meski kantuk tak dapat ditahan lagi
Terdengar syahdu mendamaikan hati
Lalu,mengapa ada yang terusik ketika mendengarkan suara ngaji ?
Pulau Weh,Ramadhan 1436 H

Sahur Anak Jalanan

Di pinggiran kota
Diantara gerobak dan sampah-sampah sisa
Saat sahur tiba
Sebuah keluarga
Dalam gubuk derita
Ditemani nasi dan garam
Melahap santapan sahur tanpa beban
Karena nafkah didapat secara halal
Lalu,bagaimana sahur para tikus kantor yang suka menyamar ?
Pulau Weh,Ramadhan 1436 H

Bedug

Awan berarak menuju pembaringan
Pertanda bedug segera dibunyikan
Masa ketika hadirnya berbagai hidangan
Ada kurma,timun suri,dan berbagai gorengan
Namun,melahapnya jangan sampai kekenyangan
Nanti tak sanggup tarawehan
Dan mengejar pahala Ramadhan.
Pulau Weh,Ramadhan 1436 H
Muksal Al Faruq,adalah nama pena dari Muksalmina.Lahir di Sabang,16 November 1997.Aktif sebagai anggota di Forum Lingkar Pena (FLP) Kota Sabang.Tinggal di desa Ujong Kareung, kota Sabang,Aceh.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Apresiasi dan terima kasih kepada penulis yang telah berkenan mengirimkan karyanya
Beri Nilai-Bintang!