Telaga – Tubuh Membatu – Cuaca – Tak Lagi Utuh – Dalam Bayang Rembulan – Jalan Cinta – Perempatan Jalan – Paha – Merupa

Karya . Dikliping tanggal 17 Mei 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Telaga 

dalam kesepian senja, kupandang 
telaga; permukaan seakan diam 
tenang angin tak menggoyang; 
perlahan kau mulai kulupakan.
dari telaga, seperti ada yang 
melambai-lambaikan tangan, 
dan sepoi-sepoi ada suara, kemarilah; 
serasa aku mengayun ringan, menceburkan 
diri di telaga; 
azan berkumandang, ternyata aku masih berdiri 
di bibir telaga.
2015 

Tubuh Membatu 

telah kubatukan tubuh 
tetes-tetes embun cinta 
melubangiku 
2015 

Cuaca 

tersihir cuaca musim pancaroba 
tubuh bercerita tentang luka 
2015 

Tak Lagi Utuh 

diriku dipisah-pisah 
oleh masa lalu, masa kini 
dan masa depan 
2015 

Dalam Bayang Rembulan 

kata bercahaya dalam bayangan rembulan, 
menari dalam gerak sandi sambil menyanyikan 
rasa rindu.
2015 

Jalan Cinta 

di jalan cinta 
kita berjalan 
sambil mengisap madu 
2015 

Perempatan Jalan 

kesepianku kujadikan sesaji di 
perempatan jalan.
2015 

Paha 

mencari kata 
di sela-sela 
pahamu 
2015 

Merupa 

ada yang merupa 
di kabut senja 
2015
Dharmadi, penyair, lahir di Semarang, 30 September 1948. Ia menulis puisi sejak 1970. Buku kumpulan puisinya, antara lain Kembali, ke Asal (1999) dan Dalam Kemarau (2000).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dharmadi
[2] Pernah tersiaar di surat kabar “Media Indonesia” pada 17 Mei 2015