Tenanglah Bunda – Duka Arya Dwi Pangga – Sungai Bulluwan

Karya . Dikliping tanggal 27 Desember 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Tenanglah Bunda

senantiasa kusandarkan keyakinan
pada jiwa-jiwa setiap ciptaan
bahwa cahaya itu ada dan telah kita miliki
barangkali ia jelmaan kasih Tuhan
atau hanya bentuk cinta
di kedua bola mata kita
kini, zaman berkilauan
roh-roh kegelapan dan yang digelapkan
oleh pikiran-pikiran penuh racun teknologi
tenanglah Bunda, tenangkan dulu gelisahmu
kelak, di waktu yang tepat kita tunaikan
apa yang mesti kita lakukan bagi jiwa anak manusia
November 2015

Duka Arya Dwi Pangga

bangkitlah duka, badai daun dari sisa hutan
bukankah pedihmu sempurna, tuan!
ia melanda sebab ketakutan
di puncak menara gading kekuasaan
bangkitlah duka, seisi negeri porak poranda
dan mendamba ñ menjelangmu, tuan!
ketahuilah manusia-manusia abad teknologi
mereka taklukdi muka keduaniwian
Bangkitlah duka, semarak mantra-magismu
dulu semarakkan cahaya nirwana
berkeriap suburkan bunga-bunga di pekarangan
dan di dalam hutan, tampat binatang buas
bersahabat dengan manusia!
duka: kebangkitan cinta yang rahasia
September 2015

Sungai Bulluwan

sungai hijau danau kecil
tempat kami mandi; anak-anak kecil
sapi sehat pembajak sawah
berenang melepas hari-hari lelah
sungau danau berhati selat Madura
moyang kami menamainya syarat makna
”bulan-bulanan” yang bertapa di bahwa batu
dan kami berdiri di atasnya usai saling selam
Bulluwan dengan pagar pohonan mente
bambu bulu dan sumur hayat
kami bahagia berkawan burung-burung
kebahagiaan yang bebas seperti burung
memusik bersama riak sungai dan angin
lihatlat, capung menari dialun lagu nyanyian kami
Agustus 2015
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Selendang Sulaiman
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 27 Desember 2015