Tertinggal Aku

Karya . Dikliping tanggal 3 Desember 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Tertinggal Aku

Sudah terlampau jauh aku tertinggal,
diam dan hanya meratapi tepian jalan dari kerikil-kerikil yang
berserakan.
Terus terang aku inginkan malam, namun pagi segera menanti, lalu
menyinari.
Terus terang aku inginkan pagi, namun senja segera tiba membawaku
ke dalam lamunan. Aku ingin kembali, mengejar arah yang sudah
memisahkan jarak yang begitu jauh.
Detik merangkak ke menit, menit berjalan ke jam, lalu jam berlari ke
hari, dan waktu menertawakan keadaan. Tubuhku terlumpuh di makan
jaman.
Masaku di telan kesepian. Asaku di robek kegelisaan.
Citaku direnggut kegelapan.

Tik Tak Tik Tak Irama Rinduku

Rintik jarum rindu
Satu satu menghujam jantungku
Berdebaran dikejar angan

Aku terduduk syandu
Merajut kenangan demi kenangan
Yang koyak dimakan jarak

Gelisah kadang mengajakku
Menuruni tangga waktu
Tik-tak-tik-tak irama detak asa
Berlompatan menggapai bayangmu

Antara sebentar gumaman
Memuntahkan kata dari rongga hampa
“aku kangen”
“aku merana”
“apalah aku tanpamu”

Arakan mega yang indah dalam bingkai raksasa
Menjelma nestapa cuaca dalam amuk amarah
Gerimis tak sabar membadai hujan
Aku tercengkeram cemburu,
Sedang bersama siapa di sana kasihku?

Soeartjie, merupakan nama pena dari Suwaji. Hobl mendengarkan lagu, menulls, menonton, dan menggambar ilustrasi ini Iahir di Jakarta. Tak banyak mimplku, tetapi satu yang pasti adalah membuat kedua orangtua bahagia dan bangga.


[1] Disalin dari karya Soeartjie
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 2 Desember 2018