Jawa Pos

  • Potret Pengemis
    by Kliping Sastra on 7 Juli, 2019 at 7:01 pm

    DADANG berdiri di bordes sejak terdengar pemberitahuan kereta akan memasuki Stasiun Owah. Larut malam. Kabut di luar jendela. Kabut tebal. Kereta api berhenti dalam gulungan kabut. Udara dingin menyambut Dadang yang berjalan mencari pintu keluar stasiun, bangunan kuno yang seluruhnya dibalur warna ungu. Sebuah jam bulat di atas pintu yang tinggi, seperti beku. Sepi. Sampai […] The post Potret Pengemis appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Lelaki yang Menggenggam Belati
    by Kliping Sastra on 1 Juli, 2019 at 10:19 am

    TELAH datang di kota ini seorang lelaki yang menggenggam belati. Sementara, angin masih saja mendayu. Segar dan dingin, menyegarkan semua yang tersentuh. Dan, lelaki itu baru saja tiba dengan menumpang kereta malam. Masih pula ia rasakan semilir angin yang menggerus badannya sampai dingin. Sementara, pagi telah berjingkat, menari-nari bersama liukan cahaya matahari. Di kota ini, […] The post Lelaki yang Menggenggam Belati appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Di Manakah Kubur yang Tepat buat Mayatku Ini?
    by Kliping Sastra on 23 Juni, 2019 at 6:49 pm

    Orang tua biasanya menginginkan anak-anaknya menjadi orang dengan capaian-capaian lebih dari yang mereka dapatkan. MENJADI guru sekolah dasar adalah cita-cita Sutragi sejak ia masih duduk di bangku kelas rendah. Sekolah dasar. Sebab, hanya itu profesi paling terhormat yang ia lihat. Sutragi kecil tidak pernah bertemu pegawai bank, dokter, pegawai kecamatan, dan lain-lain. Di Desa Jumawut, […] The post Di Manakah Kubur yang Tepat buat Mayatku Ini? appeared first on Kliping Sastra […]

  • Kedai Kopi Tempo Dulu
    by Kliping Sastra on 16 Juni, 2019 at 6:38 pm

    Segalanya telah berubah sekarang. Tempat ini, rasa kopinya, dan suasananya. Tapi, ironisnya, aku tak bisa melupakan tempat ini. KAU selalu saja menggerutu setiap datang ke tempat ini. Suasana hatimu menjadi buruk. Anehnya, kau seminggu sekali mengunjungi tempat ini. Tempat ini, kedai kopi malabar ini bukan lagi kedai kopi tempo dulu. Gedungnya saja beda. Suasananya pun […] The post Kedai Kopi Tempo Dulu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Malam-Malam Nyai
    by Kliping Sastra on 10 Juni, 2019 at 1:14 am

    Menjadi apa dan siapa pun aku di siang hari, di malam hari aku tetaplah seorang perempuan. Siang hari, kau bisa saja melihatku bagai sosialita karena dikelilingi istri-istri pejabat atau istri-istri pengusaha. Mereka ikut suaminya ke pesantren kami untuk memohon doa kepada Abah agar suaminya bisa menjadi bupati, agar menjadi gubernur, agar menjadi Kapolda, agar menjadi […] The post Malam-Malam Nyai appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

Selengkapnya…