Di Balik Sampul Merah

Karya . Dikliping tanggal 17 Februari 2019 dalam kategori Cerita Anak, Majalah Bobo

Sepulang sekolah Risni langsung ke kamarnya. Di sinilah biasanya Risni belajar dan beristirahat. Tak lama kemudian Mama memanggilnya untuk makan siang bersama.

“Ris, tuh ada surat buatmu.”

“Dari siapa, Ma?”

“Tidak tahu. Mama menemukannya di teras. Tuh, ambil di lemari depan.”

Risni beranjak ke ruang tamu. Dia heran, siapa yang mengirim surat? Selama ini ia tak pernah menerima surat walau sekali pun. Dipegangnya surat bersampul merah tanpa nama pengirim itu. Dan mata Risni langsung tertuju pada tulisan di pojok kiri amplop.

“RAHASIA HANYA UNTUK KAMU.”

“Rahasia? Aku tak pernah merasa punya rahasia dengan orang lain,” gumam Risni di dalam hati.

Setelah makan siang, Risni tak sabar membaca surat yang baru diterimanya itu.

Risni ….
Tunggu aku.
Aku akan muncul dari balik jendela.
Tapi ingat!
Jangan coba-coba beri tahu Mama kamu.

Surat itu singkat, tapi sempat membuat dada Risni jadi deg-degan. Risni tak bisa menebak siapa pengirim surat itu dan apa maksudnya. Malam itu Risni tak bisa tidur nyenyak. Ia benar-benar takut andai ada seseorang yang muncul di depannya. Mungkin seseorang yang menakutkan dan bermuka menyeramkan. Hiii! Ngeri jika membayangkan semua itu.

Esoknya barulah Risni merasa lega karena ternyata apa yang ditakutnya tidak terjadi. Tapi Risni tetap bertanya-tanya, siapakah pengirim surat itu? Dan siang itu ….

Ada surat bersampul merah tergeletak di lantai kamarnya. Surat dengan amplop dan isi yang sama. Cuma bedanya surat kali ini dilempar melalui jendela kamarnya.

“Aneh …” batin Risni.

Tepat pukul empat sore Risni tiba di rumah Rosi, sahabatnya sekaligus tetangga dekatnya.

“Aneh ya, Ris …” kata Rosi setelah mengetahui kejadian itu.

“He-eh, semalam aku tak bisa tidur, aku sangat takut, Ros.”

Ini ketiga kalinya Risni mendapat surat yang sama. Risni merasa sangat jengkel karena merasa terganggu. Sejak mendapat surat-surat itu perasaan Risni jadi tidak enak. Apalagi hari ini, sepulang sekolah ia menemukan sebuah bungkusan di atas meja belajarnya. Sebuah bungkusan kertas koran dengan tulisan besar di atasnya.

“HATI-HATI!”

Ah! Ada surat di atasnya. Langsung saja Risni merobek pinggir amplop surat itu.

Bukalah bungkusan itu
Kejutan ini khusus untukmu
Tapi satu yang harus kamu ingat
Kamu harus hati-hati
Benda ini berbahaya

Masih dengan takut-takut Risni mendekati bungkusan itu. Rasa laparnya tiba-tiba saja hilang dan berubah menjadi gelisah. Pelan-pelan ia merobek kertas koran itu dan membuka kardusnya.

Ternyata di dalam kardus ada sebuah kado dengan hiasan pita-pita sehingga tampak manis. Risni membuka bungkusan dengan hiasan pita-pita itu. Dan …. “Oooeee ….”

Suara tangisan bayi memecah keheningan!

Sesaat kemudian, setelah sadar dari keterkejutannya, Risni tersenyum memandang sebuah boneka cantik di dalam kardus itu. Boneka yang sangat lucu. Pantas ada suara tangis bayi. Dot bayi boneka itu sengaja diikatkan di tutup kardus. Sehingga ketika kardus dibuka, dot lepas dan terdengarlah sebuah tangisan bayi.

Dan lagi-lagi ada surat! Dengan tidak ragu lagi Risni segera membuka surat itu.

“SELAMAT ULANG TAHUN SAHABATKU!”

Semoga bahagia selalu
Dari Sahabatmu
Rosi

“Ah, Rosi memang konyol!” tawa Risni lega dan gembira.


[1] Disalin dari karya N. Anisa R.
[2] Pernah tersiar di “Majalah Bobo” No. 01 Tahun XXIX 2001

Sila Nilai-Bintang!