Koran Kompas

  • Semangkuk Perpisahan di Meja Makan
    by Kliping Sastra on 19 Maret, 2019 at 10:11 am

    Ibu saya bilang perempuan harus bisa memasak. Setidaknya satu menu sepanjang hidupnya. Saya merasa tidak setuju, terlebih ketika hidup sudah nyaris-nyaris mirip di surga urusan lapar dan makan. Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan […] The post Semangkuk Perpisahan di Meja Makan appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Pembunuh Terbaik
    by Kliping Sastra on 12 Maret, 2019 at 1:44 am

    Pagi di musim dingin itu aku mencukur habis jenggot dan semua bulu misaiku. Membakar seluruh dokumen, hingga secarik kertas berisi coretan yang paling tak berguna sekalipun. Keluar dari penginapan, aku merasa lega menemukan hari tak bersalju. Berdiri di trotoar persimpangan jalan, di antara ceceran salju dan deretan pohon platanus yang membeku, aku tahu benar bayangan […] The post Pembunuh Terbaik appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Hyang Ibu
    by Kliping Sastra on 4 Maret, 2019 at 11:15 am

    Di sisi jenazah ibu, satu anak di antara sepuluh anak yang menangis bercerita tentang pisang: Ibu selalu menjinjing sesisir pisang pada setiap sore, melangkah agak terburu di jalan desa, lalu meliuk masuk rumah seseorang. Di dalam rumah, sisir pisang matang di pohon itu dihadiahkan pada anak-anak. Maka, riang senang memenuhi rumah itu, dan ibu kemudian […] The post Hyang Ibu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Cengkung
    by Kliping Sastra on 1 Maret, 2019 at 1:38 pm

    Ketenangan pagi di kampung Lubuk Tampui serentak pecah oleh teriakan keras Mat Boneh. Lelaki bujang tua itu berlari tunggang langgang dari arah sawah Tanjung Raya. Wajahnya pucat pasi seperti baru berjumpa hantu kesiangan. Seperti orang gila ia menjeritkan warta yang membuat puluhan butir kepala bermunculan dari balik pintu dan jendela. “Ada orang mati tergantung! Ada […] The post Cengkung appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Hujan yang Hangat
    by Kliping Sastra on 20 Februari, 2019 at 5:18 am

    Hujan seperti inilah persis di saat kau terlahir di dunia ini dengan tangisan yang membentuk paduan suara bersama gemercik air yang jatuh. Dalam tangis, kau merasakan kehangatan ketika hujan dalam pangkuan ayahmu yang berbisik tepat di samping telinga kananmu. “Varsha Agnimaya.” *** Kutulis surat ini ketika jatuhnya bulir-bulir hujan ke bumi. Doa pun tak lewat […] The post Hujan yang Hangat appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

Selengkapnya…