Koran Kompas

  • Hantu Pohon Gayam
    by Kliping Sastra on 8 Juli, 2019 at 3:16 pm

    Sebenarnya saya bukan penakut. Tetapi, sejak mendengar cerita Bapak tentang hantu pohon gayam yang tumbuh di depan rumah, saya menjadi penakut. Rasa-rasanya apa yang diceritakan Bapak benar adanya. Sebagai anak yang belum cukup dewasa, saya percaya begitu saja kalau pohon gayam di depan rumah itu ada hantunya. Ketika didera ketakutan, saya selalu bertanya; siapa yang […] The post Hantu Pohon Gayam appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Rumah Ibu
    by Kliping Sastra on 30 Juni, 2019 at 8:03 pm

    Malam kedelapan tidak ada lagi rombongan takziah datang ke rumah, menyampaikan rasa ikut berduka serta ikut menyumbang doa untuk almarhum bapak yang baru saja pergi meninggalkan dunia fana dalam usianya kedelapan puluh. Suasana senja di rumah besar itu menjelang makan malam terasa makin sendu, terutama bagi ibu yang kehilangan bapak ketika usianya tujuh puluh lima. […] The post Rumah Ibu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Di Atas Tanah Retak
    by Kliping Sastra on 25 Juni, 2019 at 3:29 am

    Warga Desa Sela Cengkar menemukan mayat Maruti pagi itu ketika embun belum tuntas membasahi daun-daun. Mayat gadis itu tergantung di dahan pohon randu alas. Lehernya terikat tali tambang. Bergenteyongan. Lidahnya menjulur. Matanya menatap hamparan tanah retak. Tangis ibu Maruti pecah, disertai tangis sanak saudaranya. Tangis mereka mencakar-cakar udara pagi. Tanpa diperintah, beberapa lelaki memanjat pohon. […] The post Di Atas Tanah Retak appeared first on Kliping Sastra Indonesia | […]

  • Tak Ada Makanan untuk Hiu-hiu di Laut
    by Kliping Sastra on 17 Juni, 2019 at 4:47 am

    Di pagi hari Nur pergi ke penjara untuk menjenguk adiknya yang ditahan sejak minggu lalu. Para tahanan yang pernah mendekam di sana dan selamat menjuluki penjara itu Penjara Batu. Meskipun bangunan tersebut terbuat dari beton, mereka memilih kata ‘batu’ untuk menjelaskan tidak ada celah maupun peluang untuk melarikan diri bagi orang-orang di dalamnya. Kehidupan sekeras […] The post Tak Ada Makanan untuk Hiu-hiu di Laut appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi […]

  • Bambu-Bambu Menghilir
    by Kliping Sastra on 10 Juni, 2019 at 4:32 am

    Bambu-bambu menyatu dalam ikatan tali rotan, berderet menunggu para penggalah melompat dari tepian. Sambil bercakap, mereka melompatlah, lalu dengan galah kayu di tangan, mereka bertolak ke tengah sungai, ke arus liar. “Hati-hati kau, Serel!” Seorang lelaki bertopi koboi berteriak di atas batu. Serel menyeringai. Ia yang terakhir melompat sebelum bambu-bambu itu mulai melaju meninggalkan Kampung […] The post Bambu-Bambu Menghilir appeared first on Kliping Sastra Indonesia | […]

Selengkapnya…