Media Indonesia

  • Ketika Kucingmu Pergi Sebentar
    by Kliping Sastra on 12 November, 2018 at 8:12 am

    Rusli tetap berkilah tidak tahu ketika untuk ketiga kalinya pada hari itu Matondang mendatangi tokonya dan bertanya di mana kucing kesayangan Matondang yang bernama Roro Kendul. Tidak seperti dua kedatangan sebelumnya, bibir tebal yang menghiasi wajah Matondang kini hanya berjarak hitungan senti saja dari wajah Rusli yang ketakutan. Matondang mengancam apabila kucingnya tidak kembali pada […] The post Ketika Kucingmu Pergi Sebentar appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi […]

  • Keris Lancip Putri Nglirip
    by Kliping Sastra on 5 November, 2018 at 2:45 am

    Hingga kini kau masih di dasar kedung1 di daerah Jojogan2, menjaga mayatmu sendiri, yang tak lapuk meski terendam air dalam kurun bertahun-tahun. Mayat yang sungguh menyedihkan; dadanya terluka dan kakinya diikat dengan tali yang disangkutkan pada batu besar sehingga tak mungkin untuk mengapung. Kau tidak ingin hidup kembali karena perempuan yang kau agungkan sudah memilih […] The post Keris Lancip Putri Nglirip appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu
    by Kliping Sastra on 29 Oktober, 2018 at 1:23 am

    KESETIAAN, katamu, adalah ketabahan menunggu. Dan itulah yang kulakukan. Di sini, bangku yang kududuki telah berlumut, daun-daun berguguran, kering, mati, dan tumbuh kembali. Pepohonan yang ada di seberangku, dulu, masihlah seukuran anak kecil. Kini tinggi memancang dengan dahan-dahan dan akar yang semakin lebar dan kekar. Jalanan berbatu itu sudah licin beraspal. Rawa-rawa dengan sebuah sungai […] The post Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | […]

  • Naon
    by Kliping Sastra on 22 Oktober, 2018 at 7:28 am

    “Aku di sini, kemarilah Surliani. Cong Fahmi, jangan tinggalkan aku sendiri.” Bila malam tiba, suara itu terus memanggil-manggilku dan Ibu. Suara tersebut berasal dari kamar kosong di samping kiri kamarku. Kamar yang belakangan menjadi hantu bagiku, begitu pun bagi Ibu. Pintunya tak pernah terbuka. Ibu sengaja menggemboknya dari luar rapat-rapat. Gorden hitam terpasang di seluruh […] The post Naon appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Musuh Bebuyutan
    by Kliping Sastra on 15 Oktober, 2018 at 7:39 am

    KAU tahu kenapa aku memanggilmu datang? Aku kira sudah terlalu lama kau sembunyi. Sudah waktunya beraksi lagi. Ya, aku tahu, perjalanan menuju kota ini memang berat. Melelahkan. Tapi tenang. Aku tak akan mengecewakanmu. Begini. Aku mendapat musibah berat dan besar. Ini semua karena Marda. Dia yang membuat aku jadi begini. Aku ingin melihat dia juga […] The post Musuh Bebuyutan appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

Selengkapnya…